HAKIMINTELIJEN.COM:
MUKOMUKO–Kondisi Jalan Provinsi Bengkulu yang menjadi penghubung Kecamatan Penarik – Kecamatan V Koto menuju Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dalam kondisi sangat memprihatinkan. Jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat tersebut disebut-sebut belum pernah tersentuh pembangunan secara serius oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu sejak zaman Orde Baru Presiden Soeharto.
Berdasarkan pantauan tim HAKIMINTELIJEN.COM di lapangan, sepanjang ruas jalan tersebut mengalami kerusakan parah. Aspal mengelupas, berlubang dalam, berlumpur saat musim hujan, dan berdebu pekat saat musim kemarau. Kondisi tersebut dikeluhkan warga telah berlangsung puluhan tahun dan sangat menyulitkan aktivitas masyarakat.
Warga di sejumlah desa seperti Desa Pondok Panjang, Desa Resno, Lalang Luas, Lubuk Cabau, Talang Sepakat, Talang Petai, Talang Sakti, Sungai Rengas, Sungai Lintang, Pondok Tengah, dan desa-desa sekitar di Kecamatan Penarik dan V Koto yang setiap hari melintasi jalan tersebut mengeluhkan sulitnya akses transportasi.
“Jalan ini statusnya jalan provinsi, tapi dari zaman Pak Harto sampai sekarang tidak pernah mulus. Sudah gonta-ganti gubernur, tapi tidak pernah diperhatikan. Kami seperti dianak-tirikan,” keluh salah seorang warga Kecamatan V Koto kepada http://HAKIMINTELIJEN.COM, Rabu (28/10/2026).
*Dampak Kerusakan Jalan Bagi Masyarakat:*
Akibat kerusakan jalan tersebut, sejumlah dampak dirasakan langsung oleh warga:
1. *Ekonomi Lumpuh:* Biaya angkut hasil pertanian seperti kelapa sawit dan padi menjadi mahal, sehingga harga jual di tingkat petani anjlok.
2. *Akses Pendidikan dan Kesehatan Terhambat:* Anak sekolah dan warga yang sakit kesulitan menuju pusat kecamatan maupun kabupaten.
3. *Rawan Kecelakaan:* Banyak pengendara, terutama ibu-ibu dan pelajar, terjatuh akibat lubang dan lumpur yang menutupi badan jalan.
4. *Pemeliharaan Rutin Dipertanyakan:* Warga juga mempertanyakan tidak adanya pemeliharaan rutin seperti penebasan bahu jalan.
Masyarakat mendesak Gubernur Bengkulu dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu untuk segera turun langsung melihat kondisi jalan tersebut dan mengalokasikan anggaran perbaikan pada APBD Provinsi Tahun Anggaran 2026/2027.
“Kami tidak minta yang muluk-muluk. Kami hanya minta hak kami sebagai warga Provinsi Bengkulu. Masa jalan provinsi di Mukomuko dibiarkan hancur puluhan tahun? Mana keadilan pembangunan?” tegas warga lainnya.
*SURAT TERBUKA WARGA UNTUK GUBERNUR BENGKULU*
_Kepada Yth. Gubernur Bengkulu_
_Di Tempat._
_Kami warga Kecamatan V Koto dan Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, ingin menyampaikan keluhan._
_Jalan Provinsi penghubung Kecamatan Penarik – Kecamatan V Koto – Kecamatan Lubuk Pinang adalah jalan provinsi. Namun kondisinya hancur total. Sejak zaman Orde Baru Presiden Soeharto hingga era reformasi saat ini, jalan ini tidak pernah tersentuh pembangunan secara maksimal oleh Pemprov Bengkulu._
_Apakah kami bukan bagian dari Provinsi Bengkulu?_
_Setiap hari kami berkubang lumpur, setiap hari kendaraan kami rusak, hasil panen kami tidak laku karena ongkos angkut mahal._
_Kami mohon dengan sangat, Bapak Gubernur turun langsung ke lokasi. Jangan hanya mendengar laporan di atas kertas. Lihatlah penderitaan kami. Bahu jalan pun tidak pernah ditebas, apakah tidak ada dana rutin?_
Menanggapi keluhan tersebut, hingga berita ini diterbitkan, redaksi HAKIMINTELIJEN.COM masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu, Gubernur Bengkulu, dan Dinas PUPR Provinsi Bengkulu terkait rencana perbaikan jalan provinsi di ruas tersebut.
Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak terkait sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Laporan: Abu Razak – AKIMINTELIJEN.COM | Mukomuko, Bengkulu*
*Editor: http://Zulhakim.CFLE

