Proyek Jalan Nasional di Pesisir Selatan Bermasalah, PT Sadewa Karya Tama Diduga Abaikan Standar dan Keselamatan

hakimintelijen.com

Pesisir Selatan : Dugaan penyimpangan dalam proyek preservasi jalan nasional kembali mencuat di Sumatera Barat. Kali ini, sorotan tajam mengarah kepada PT Sadewa Karya Tama, kontraktor pelaksana pada proyek jalan nasional di Satuan Kerja Wilayah II Sumbar tepatnya di PPK 2-4 yang meliputi Bukit Jaring Punai, Air Haji, hingga Lunang.

Hasil investigasi lapangan memperlihatkan kondisi jalan yang baru saja diaspal sudah mengalami kerusakan serius. Aspal terlihat retak, menggelembung, dan tidak rata, padahal proyek ini baru berjalan beberapa waktu. Kerusakan dini ini sangat mengkhawatirkan karena berpotensi besar menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Dari sejumlah catatan lapangan, terdapat beberapa dugaan pelanggaran serius yang dilakukan PT Sadewa Karya Tama, di antaranya:

– *Aspal tidak sesuai kebutuhan jalan nasional*: Material yang digunakan diduga tidak memenuhi standar kualitas jalan kelas nasional.
– *Galian dibiarkan terlalu lama*: Hal ini mengakibatkan jalan terbuka, rawan longsor, dan berpotensi memicu kecelakaan.
– *Aspal menggelembung dan pecah*: Kondisi ini sangat berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua.
– *Tidak mematuhi K3*: Pekerja terlihat tanpa helm, tanpa rambu peringatan, dan tanpa perlengkapan keselamatan. Ini jelas melanggar aturan keselamatan kerja.
– *Tidak memakai Tack coat*: Tack coat, lapisan perekat penting antara aspal lama dan baru, nyaris diabaikan. Tanpa tack coat, jalan cepat terkelupas dan umur teknisnya sangat singkat.

*Tanggung Jawab BPJN dan Satker*

Pertanyaan besar pun muncul: di mana pengawasan pemerintah? Sebagai lembaga yang berwenang, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar serta Satker Wilayah II seharusnya memastikan setiap proyek berjalan sesuai standar.

*Tindakan yang Harus Diambil*

Masyarakat menuntut dua hal mendesak:

1. *BPJN Sumbar dan Satker Wilayah II segera turun ke lapangan untuk memantau langsung kondisi proyek*.
2. *Sanksi tegas harus diberikan kepada PT Sadewa Karya Tama jika terbukti melakukan pelanggaran teknis dan administrasi*.

*Penggunaan Material Berkualitas*

Pemerintah telah mendorong penggunaan material berkualitas tinggi seperti:

– *Aspal Buton (Asbuton)*: Aspal alami yang ditemukan di Kepulauan Buton, Sulawesi Tenggara, menawarkan kualitas teknis yang baik dan meningkatkan ketahanan terhadap deformasi.
– *Aspal Karet Alam Padat (AKAP)*: Aspal yang mengandung vulkanisat karet alam, yaitu SIR 20, meningkatkan ketahanan terhadap deformasi dan retak, serta mendukung industri karet alam nasional.

Dengan material dan metode yang tepat, tujuan preservasi jalan nasional dapat tercapai, yakni:

Menjaga jalan tetap dalam kondisi optimal:
– Menjamin kelancaran arus lalu lintas.
– Meningkatkan keamanan pengguna jalan.
– Mendukung pertumbuhan ekonomi antar daerah
-Memastikan jalan berfungsi sesuai umur rencana.

#TimRed#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *