hakimintelijen.com
Wakil Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang,Menangis meminta maaf atas insiden keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis. Dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (26/9/2025), Nanik menyatakan BGN bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.
BGN melaporkan ada 70 kasus keracunan makanan sepanjang Januari-September 2025, dengan 5.914 penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terdampak. Insiden serupa pernah terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada April 2025, di mana puluhan siswa mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program MBG.
BGN akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis untuk memastikan kualitas makanan dan keamanan pangan. Langkah-langkah yang akan diambil antara lain :
– Meningkatkan Pengawasan : BGN akan memperketat pengawasan penyimpanan makanan di seluruh dapur MBG.
-Sistem Keamanan Pangan : BGN akan menyempurnakan sistem keamanan pangan nasional dengan penguatan regulasi dan pelatihan rutin bagi mitra penyedia makanan.
-Transparansi Menu : BGN akan meningkatkan transparansi jadwal menu harian melalui kanal digital.
BGN berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan dengan baik dan aman. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh manfaat dari program ini tanpa khawatir tentang keamanan pangan.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) telah meminta BGN untuk berbenah diri setelah insiden keracunan yang menimpa 5.000 kasus. BGN berjanji untuk memperbaiki sistem pengelolaan MBG agar kejadian serupa tidak terjadi di masa mendatang ².
Dengan berbenah diri dan meningkatkan kualitas pelayanan, BGN berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan memastikan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis.
#NnkBgn#
[TimRed]

