Hakimintelijen.com
Painan, Sumbar – Dalam sebuah momen pelantikan yang penuh dengan keseragaman, sosok Roni Eka Putra, Wali Nagari terpilih, mencolok dengan rambut panjangnya yang terkuncir rapi ke belakang. Di tengah deretan pejabat yang tampil formal, pilihan Roni untuk membiarkan rambut panjangnya tetap terikat menjadi sebuah pernyataan yang berani.
Roni Eka Putra, yang memenangkan kontestasi Pemilihan Wali Nagari serentak pada 17 Desember 2025, menunjukkan bahwa kepercayaan publik tidak selalu lahir dari penampilan yang serba konvensional, melainkan dari gagasan, kedekatan, dan rekam jejak di tengah masyarakat.
“Keputusan saya untuk membiarkan rambut panjang adalah sebuah pilihan pribadi,” kata Roni Eka Putra. “Saya ingin menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak harus selalu tampil sama. Yang terpenting, saya bekerja, mendengar, dan hadir untuk warga saya.”
Pertanyaan tentang aturan khusus soal rambut sang wali masih menggantung. Birokrasi memang kerap dihadapkan pada tarik-menarik antara disiplin simbolik dan kebebasan personal. Namun, Roni Eka Putra telah menunjukkan bahwa keaslian dan keberanian menjadi diri sendiri dapat menjadi kekuatan dalam kepemimpinan.
Dengan kunciran rambutnya, Roni Eka Putra membuktikan bahwa kepemimpinan tidak harus selalu tentang penampilan, melainkan tentang substansi dan komitmen untuk melayani masyarakat.Red

